Kotak Persahabatan
Jika
seseorang mau mengusahakan sesuatu untukmu, berarti kamu memiliki tempat
dihidupnya. Jika seseorang memberikan sesuatu kepadamu, berarti dia percaya
kamu dapat menghargai pemberian darinya.
Setidaknya
itu yang bisa kupelajari dari Puji, bahwa dia telah mengusahakan sesuatu
untukku dan telah memberikan sesuatu untukku.
Beberapa
minggu yang lalu kita bertemu, dan puji memberikan sebuah kotak untuk ku. Kotak
berpita merah jambu dan bersampulkan kertas kado. Kertas kado itu bermotif ikon
beberapa Negara, seperti menara Eiffel dari Perancis, Pisa dari Roma dan
Cambridge dari Inggris. Sampul itu berwarna kuning jahe. Pelan kubuka kotak itu, didalam kotak terdapat
sebuah pena, dua buah buku kecil, dan dua buah surat, satu surat ditulis oleh
puji, satu suratnya lagi ditulis olehku pada 2017. Isi suratnya apa? jangan tanya, itu privasi kita berdua. wkwk.
Barangkali
tidak banyak orang yang bersahabat seperti caraku dan puji, kebanyakan orang
pada umumnya secara gamblang mengutarakan sesuatu pada sahabatnya. Tapi kami
memilih untuk membuat surat ditengah zaman yang sudah modern ini. Unik bukan?
Kubaca
isi suratnya, ketika membaca surat itu, suara puji seperti terngiang dikepalaku,
seolah-lah seperti puji yang sedang membaca surat, bukan aku. Ketika membaca
surat itu, aku bisa merasakan ketulusannya, kalimat demi kalimat tertulis apa
adanya, tidak dibuat-buat, dan sederhana. Dengan tulisan tangan yang tidak
pernah berubah, puji menulis surat untukku yang ditulis diatas selembar kertas
daur ulang. Kertas daur ulang itu adalah kertas yang kita buat bersama pada
masa SMK dulu, siapa sangka puji masih menyimpannya.
Isi
suratnya menceritakan alasannya mengapa puji membuat kotak itu, berawal dari
pandangan matanya yang tertuju pada sebuah sampul kado di sebuah tempat
fotokopi, puji mengingat diriku ketika melihat sampul itu dan membelinya.
Lihatlah? Untuk memberi sesuatu pada seseorang, terkadang kita tidak harus
memiliki alasan khusus, sesuatu yang sederhana justru yang paling sering
mengantarkan kita untuk memberanikan diri menunjukkan kehangatan hati. Yang
membuatku terharu adalah, diakhir surat puji menuliskan bahwa dia merasa akan
lebih dihargai jika kotak itu diberikan kepadaku, dan ya… aku memang
benar-benar menghargai itu, meskipun sampai saat ini aku belum memiliki
barang-barang kecil untuk kuletakkan di dalam kotak itu, tapi insyaAllah suatu
saat kotak itu akan ku gunakan.
Kotak
itu jauh dari kata mewah, tapi sungguh kukatakan, mewah atau tidaknya suatu
barang bukanlah ukuran untuk menilai apa yang ingin ia tunjukkan. Melainkan
bagaimana puji membingkis itu semua dengan tulus dan hangat, dan tentunya juga
memikat.
Aku
tahu, puji rajin mengunjungi blog ku, melalui blog ini aku ingin katakan
padanya, terimakasih ya jik, untuk kebaikan-kebaikan yang tidak ada habisnya,
orang baik disayang Allah :)


Komentar
Posting Komentar